Showing posts with label Tarbiah. Show all posts
Showing posts with label Tarbiah. Show all posts

Friday, July 9, 2010

Telah Tiba Masanya

Salam....

Setelah sekian lama bertapa di rumah, tiba la masanya saya akan pulang ke teratak baru saya yang tersergam indah. Yaallah, permudahkanla perjalanan pergi dan balik ke sana. Sesungguhnya tidak dinafikan memang agak keberatan untuk meninggalkan my sweet home, family dan semua la. Sayu rasanya hati ini.

Tapi saya harus kuat untuk berjuang di medan ilmu yang menjadi impian setiap orang untuk memegang segulung ijazah, sebuah kejayaan yang cemerlang dengan menimba ilmu Allah. Siapa la kita tanpa ilmu dan siapa la kita tanpa iman dan amal yang cukup. Bersyukur la dengan nikmat yang tidak terhingga yang dberikan oleh Nya dengan peluang yang ada.


Dalam mencapai sebuah kejayaan, mengecapi sebuah kenikmatan hidup, kita haruslah mengingati orang2 yang dilanda musibah, kesusahan, kepayahan, keperitan. Tanpa kita sedari orang2 tersebut memerlukan kita disamping mereka, memberi semangat dan kekuatan, mmberi wang jika bkemampuan, menolong sedaya yang mungkin. Sesungguhnya orang2 yang diuji, semakin dekat dengan Allah. Mungkin ujian yang mendatang menguji sejauh mana keimanan dan keteguhan kita kepada Nya. 

Esok sudah mahu berangkat ke Terengganu awal2 pagi lagi. Abah nak balik Kuala Ibai dulu, nak naik Pasar Payang lagi untuk beli baju batik Ciksu. Harap2 sempat sebelum petang menjelma kerana abah akan bertolak balik Kelate plak petang tu sbb esk dh nak mengajar. Kesian abah penat bawak kereta seharian semata2 nak menghantar anaknya yang sorang nie. Jazakallah abah...

Harap2 kunjungan kami ke Kuala Ibai mengubat rindu keluarga di sana  dan juga rindu abah pada keluarganya biarpun skejap sahaja. Bertemu mata, beramah mesra skali skala berjumpa. Sudah banyak kali keluarga di sana bertanya bila nak datang, bukan xmahu datang cuma tidak berkesempatan. Abah umie sibuk dengan kelas tambahan masa cuti baru nie, biasanya kami akan pulang jugak kalau ada cuti panjang. Moga ukhwahh yang terbina, dipayungi kasih sayang dan rahmat, serta ikatan persaudaraan yang rapat ini akan terus terjalin selamanya..Insyaallah.

Owhh ye, awal semester ini mungkin akan sibuk ckit dan mungkin juga akan tiada masa untuk mengupdate blog. Tapi akan sedaya mungkin untuk mncuri masa mengupdate blog ini. Tunggu catatan sterusnya ya..=)

Jazakumullah...

p/s : Gud Luck!!!
May Allah Bless u


Friday, June 25, 2010

Tolong Menolong

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِي اللهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : مَنْ نَفَّسَ

عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ

يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِماً سَتَرَهُ

اللهُ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كاَنَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيْهِ. وَمَنْ

سَلَكَ طَرِيْقاً يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْماً سَهَّلَ اللهُ بِهِ طَرِيْقاً إِلَى الْجَنَّةِ، وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ

فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوْتِ اللهِ يَتْلُوْنَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُوْنَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمْ

السَّكِيْنَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ، وَمَنْ

بَطَأَ فِي عَمَلِهِ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ

(رواه مسلم)

Terjemah hadits / ترجمة الحديث :

Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, dari Rasulullah sallallahu’alaihi wasallam bersabda : Siapa yang menyelesaikan kesulitan seorang mu’min dari berbagai kesulitan-kesulitan dunia, nescaya Allah akan memudahkan kesulitan-kesulitannya hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya akan Allah mudahkan baginya di dunia dan akhirat dan siapa yang menutupi (aib) seorang muslim Allah akan tutupkan aibnya di dunia dan akhirat. Allah selalu menolong hambanya selama hambanya menolong saudaranya. Siapa yang menempuh jalan untuk mendapatkan ilmu, akan Allah mudahkan baginya jalan ke syurga. Sebuah kaum yang berkumpul di salah satu rumah Allah membaca kitab-kitab Allah dan mempelajarinya di antara mereka, nescaya akan diturunkan kepada mereka ketenangan dan dilimpahkan kepada mereka rahmat, dan mereka dikelilingi malaikat serta Allah sebut-sebut mereka kepada makhluk disisi-Nya. Dan siapa yang lambat amalnya, hal itu tidak akan dipercepat oleh nasabnya.

(Riwayat Muslim)

Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث :

1. Siapa yang membantu seorang muslim dalam menyelesaikan kesulitannya, maka akan dia dapatkan pada hari kiamat sebagai tabungannya yang akan memudahkan kesulitannya di hari yang sangat sulit tersebut.

2. Sesungguhnya pembalasan disisi Allah ta’ala sesuai dengan jenis perbuatannya.

3. Berbuat baik kepada makhluk merupakan cara untuk mendapatkan kecintaan Allah Ta’ala.

4. Membenarkan niat dalam rangka mencari ilmu dan ikhlas di dalamnya agar tidak menggugurkan pahala sehingga amalnya dan kesungguhannya sia-sia.

5. Memohon pertolongan kepada Allah ta’ala dan kemudahan dari-Nya, karena ketaatan tidak akan terlaksana kecuali karena kemudahan dan kasih sayang-Nya.

6. Selalu membaca Al Quran, memahaminya dan mengamalkannya.

7. Keutamaan duduk di rumah Allah untuk mengkaji ilmu.



Sekadar Renungan Bersama

 

Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya; 

Dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya dengan tudung kepala mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami mereka, atau bapa mereka atau bapa mertua mereka atau anak-anak mereka, atau anak-anak tiri mereka, atau saudara-saudara mereka, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang lelaki, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang perempuan, atau perempuan-perempuan Islam, atau hamba-hamba mereka, atau orang gaji dari orang-orang lelaki yang telah tua dan tidak berkeinginan kepada perempuan, atau kanak-kanak yang belum mengerti lagi tentang aurat perempuan; dan janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka; dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu berjaya. 
[An-Nur:31]




Wednesday, June 23, 2010

Berkati Kami di Bulan Rejab


Alhamdulillaah, hari ini kita telah memasuki 11 Rejab 1431 Hijriyah dalam hitungan kalender Islam. Bulan Rejab adalah bulan ke tujuh dalam sistem kalender qomariyah islam. Ertinya, dua bulan lagi, insyaallah kita akan memasuki bulan yang istimewa, iaitu Ramadhan. Apakah kita sudah mempersiapkan diri menyambutnya?

DOA DI BULAN REJAB

Rasulullah saw biasa mempersiapkan diri dalam menyambut bulan puasa jauh dari hari sebelumnya. Bahkan ketika beliau melihat awal bulan Rejab, dua bulan sebelum Ramadhan, beliau telah mempersiapkan diri secara rohani. Beliau menundukkan hati dan memasang niat yang suci melalui doanya:
Allaahummaa bariklanaa fii Rajaba wa Sya’ban, wa balighnaa Ramadhaan.
Yaa Allaah, berkatilah kami di bulan Rejab dan Sya’ban serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan.
(HR. Imam Ahmad, dari Anas bin Malik)

Beliau dengan khusyuk memohon kepada Allah agar memberkati dirinya dan kaum muslimin di dua bulan menjelang Ramadhan. Tanpa keberkatan ini, tentulah hari-hari kita akan berkurang nilainya, apalagi dalam rangka menyongsong bulan yang penuh pahala dan ampunan dari Allah swt.
Demikianlah Rasulullah saw yang telah menjadikan bulan Rejab sebagai titik tolak, sebagai bulan perancangan untuk menyambut Ramadhan.

AMALAN DI BULAN REJAB

Sebagai umat Islam, kita yakin dan percaya dengan melakukan amalan dan ibadah di bulan rejab ada pahala yang sangat istimewa yang berlipat kali ganda. Sama ada dalam ibadat puasa sunat atau ibadat2 sunat yang lain. Tetapi benarkah demikian? Adakah Rasulullaah memberikan contoh atau pernyataan seperti itu?
Berikut adalah pernyataan beberapa ulama tentang hal tersebut.

Setelah menelaah hadis di atas tadi, Ibnu Taimiyyah rahimahullah menyatakan,” Tidak pernah diriwayatkan dari Nabi saw tentang fadhilat bulan Rejab di hadis-hadis yang lain. Bahkan kebanyakan hadis yang tersebar tentang keutamaan bulan Rajab ini yang disandarkan kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alahi Wassalam adalah dusta…”(Iqtidhaa-ush Shiraatil Mustaqiim).

Sementara itu, al Hafizh Ibnu Hajar al Asqalani rahimahullah dalam risalahnya, Tabyiinul ‘Ajab bi Maa Warada fii Fadhli Rajab menjelaskan, “Tidak muncul satu pun hadis sahih tentang keutamaan bulan Rejab, tidak pula tentang puasanya, tidak tentang puasa tertentu, dan tidak juga tentang mendirikan solat malam tertentu di bulan ini yang dikuatkan oleh sebuah hadis yang layak untuk dijadikan sebagai hujjah.”

Adapun ‘Umrah di bulan Rejab telah disebutkan oleh Ibnu Rajab bahwa “umrah dibulan Rejab itu adalah hukumnya sunat menurut pendapat generasi Salaf. Diantaranya ‘Umar bin Khaththab radhiallahu anhu dan ‘Aisyah radhiallahu anha. (lihat Laathaa-iful Ma’aarif)

BULAN REJAB BULAN MULIA

Meskipun demikian, bulan Rejab adalah salah satu dari bulan-bulan ‘haram‘ atau mulia di sisi Allah swt. Allah berfirman:
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram…” (Al Qur’an surat At Taubah: 36)

Di dalam ash Shahihahin terdapat hadis dari Abu Bakrah rahimahullah dari Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam banwa beliau bersabda:

“Sesungguhnya zaman telah berputar seperti keadaannya ketika Allah menciptakan langit dan bumi, dalam setahun itu terdapat dua belas bulan. Empat diantaranya adalah bulan haram (disucikan). Tiga dari empat bulan itu, (jatuh secara) berurutan iaitu Dzulqaidah, Dzulhijah, Muharram. Sedangkan Rajab (yang disebut juga sebagai) syahru Mudhar, terletak diantara Jumada (ats Tsaniyah) dan Sya’ban.” (HR. Bukhari)
Ibnu Jarir ath Thabari rahimahullah meriwayatkan melalui sanadnya, dari Ibnu Abbas radhiallahu anhu sehubungan dengan pengagungan Allah terhadap kesucian bulan-bulan ini, beliau berkata,
“Allah Ta’ala telah menjadikan bulan-bulan ini sebagai (bulan-bulan yang) suci, mengagungkan kehormatannya dan menjadikan dosa yang dilakukan pada bulan-bulan ini menjadi lebih besar dan menjadikan amal soleh serta pahala pada bulan ini juga lebih besar.”
(Tafsir ath Thabari)











 

Monday, October 12, 2009

Kasih Dan Cinta Dalam Islam

"Syair Arab menyebut, apabila seseorang yangbercinta di tanya, "Apakah kau menyintai atausedang bercinta dengannya?", makadijawabnya, "Oh, tidak...kawan sahaja atau apasahaja alasannya," Ketahuilah dia seorangpasangan KAZZAB (penipu)

"...Rasa hormat adalah asas penting menjalinhubungan cinta yang suci sesuai dengan aturanAllah swt. Hormat kepada perintah Allah, ajaranRasul serta hormat ke atas hak dan maruah diantara pasangan amat dititik beratkan ke arahsatu hubungan yang berkekalan.

Seorang lelaki yang jujur terhadap cinta dan kasihsayang yang terjalin terhadap seorang wanitatidak sewenang-wenangnya menyentuh tanganwanita atau memegang erat tubuhnya. Wanitabukannya objek yang boleh diperalatkan.

Jika ini terjadi, seorang wanita perlu berfikir,apakah pasangan seperti ini mampu melindungidan menjaga maruahnya apabila berkahwinnanti?Jika hari ini haknya tergadai kerana seorang yangdinamakan kekasih, apa kesudahan yang bakalberlaku satu hari nanti?..."









Istilah cinta amat popular dan menjadi satuungkapan setia di bibir-bibir remaja yangmenganggapnya satu kalimah suci dan bererti.Ada yang berbangga memiliki seorang kekasihyang setia dan mula memasang angan-anganuntuk mendirikan rumah tangga bersamapasangan pilihan.Fanomena ini berlanjutan dari bangku sekolah lagi malah adakalanya membawa kepadasesuatu di luar jangkauan.

Cinta perlu difahami. Semestinya seorang remaja perlu memahami kehendak dan definisi yangtepat.Tanya pada diri, sama ada cinta hanya sekadargelojak perasaan serta rasa tertarik antara satusama lain cukup untuk menjelaskan maksudnya?Di dalam artikel bertajuk Hakikat PercintaanDalam Islam, rasa hati yang dinamakan cinta merupakan satu perasaan yang semulajadi dialami oleh setiap insan baik muda mahupun tua.Allah telah menganugerahkan manusia naluriuntuk meneruskan keturunan (salah satunya,menyukai pasangan berlainan jantina) ataudikenali dengan gharizah Al-Nau'.

Ini merupakan salah satu naluri manusia dari yangtiga iaitu gharizah Al-baqa' (naluri untukmeneruskan kehidupan dan mempertahankan),gharizah Al-Tadayyun (naluri untuk menyembahdan beragama) dan gharizah Al-Nau'.Jadi adanya perasaan itu sememangnya sudahfitrah manusia dan perkara ini wajar dan tidakharam di sisi Islam.


Dalam keadaan ini, manusia perlu memahamikedudukan cintanya dan ke mana hala tujuseterusnya.Malangnya remaja hilang punca dan meletakkansatu kesimpulan yang mudah tentang hakikatcinta.Cinta perlu difahami sebagai satu rasa kasihsayang yang penuh rasa hormat, tanggungjawab,kesetiaan, komitmen, keikhlasan, bermaruah dan ada matlamat.


Jika ciri-ciri ini tidak ada dalam apa yangdikatakan sebagai cinta, maka hubungansedemikian sekadar satu permainan dan kepura-puraan sahaja.


Konsep cinta dalam Islam meletakkan satu aturanyang sistematik dan teratur tanpa mengabaikanhubungan antara manusia dan Allah.Atas dasar ini, Islam meletakkan cinta pada satukedudukan yang bermaruah dan bernilai baik bagipihak lelaki dan perempuan.Ke mana hala tujunya destinasi cinta remaja?Adakah setakat mengisi usia remaja danadakalanya putus di tengah jalan?Mungkin destinasi cinta remaja yang diingini lebihkepada konsep ala Barat yang disifatkan penuhromantis dan indah.

Mulianya cinta berlandaskan Islam kerana cintayang dibina bermatlamat. Kerana ingin mendapatkasih sayang tuhan, manusia sedia berkongsirasa cinta dan kasih sayang sesama insan.Kerana inginkan kasih sayang tuhan jualah,masing-masing ingin selamat-menyelamatkanantara satu sama lain dari segi hubungan dankehidupan di dunia untuk mengejar sesuatu yangabadi di akhirat.

Cinta yang dibina bukan cinta kosong tetapi cinta yang punya pengertian yang luhur dan hanyadapat dirasakan dengan jiwa yang bersih yangsentiasa mencari tuhan.


sumber: http://www.syok.org/portal/readarticle.php?article_id=3068


:: annurislam ::